sistem-single-sign-on-banner-article-1

Di era digital saat ini, tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran aplikasi telah membantu produktivitas para penggunanya. Namun, kehadiran aplikasi yang semakin banyak membuat proses login dan autentikasi semakin rumit. Permasalahan ini dapat diatasi dengan Single Sign-On, sebuah sistem autentikasi terhadap para pengguna.

pada dasarnya SSO adalah akses ke beberapa software yang terpisah dan berdiri sendiri, tetapi dimiliki oleh satu pengguna yang sama.

Contoh SSO yang paling lazim adalah Google Account, kita cukup membuat sebuah akun GMail (mail.google.com), dan bisa kita gunakan untuk aplikasi lainnya seperti Google+ (plus.google.com), maupun YouTube (youtube.com).   Nah, kita hanya perlu login ke salah satu aplikasi tadi, misalnya GMail, kemudian kita bisa akses aplikasi lainnya tanpa perlu login lagi, itulah Single Sign-On.

Cara Kerja Sistem Single Sign-On

Dengan sistem Single Sign-On, para pengguna hanya perlu sekali melakukan login untuk dapat mengakses beberapa aplikasi. Dengan demikian, para pengguna tidak perlu lagi login di masing-masing aplikasi. SSO memiliki dua arti, yakni Single Sign On, di mana para pengguna dapat mengakses semua aplikasi yang telah diatur oleh sistem dengan sekali login, ataupun Single Sign-Out, yang berarti logout dari satu aplikasi, maka semua aplikasi yang telah diatur di sistem akan logout pula secara otomatis.

Manfaat Single Sign-On

  • Dengan sistem Single Sign-On, para pengguna tidak perlu mengingat banyak username dan password. Mereka hanya butuh mengingat satu kredensial untuk melakukan sekali proses autentikasi. Setelahnya, mereka akan mendapatkan izin akses terhadap semua layanan aplikasi yang tersedia di dalam jaringan.
  • Pemrosesan data akan dipermudah dengan sistem Single Sign-On karena pemrosesan data pengguna (penambahan, pengurangan, perubahan) hanya dilakukan sekali pada server database backend-nya, tidak pada masing-masing aplikasi yang ada. Maka dari itu, penggunaan sistem Single Sign-On memastikan peningkatkan efisiensi waktu dan kepraktisan dalam memproses data.
  • Tidak perlu membuat data pengguna yang sama di setiap aplikasi. Para pengguna hanya perlu menginput data mereka sekali saja ke dalam server database backend. Hal ini dapat terjadi karena semua aplikasi yang ada dalam jaringan dapat terhubung langsung dengan server database backend yang ada.

Tak dapat dipungkiri bahwa Single Sign-On memiliki banyak manfaat. Maka dari itu, tak sedikit perusahaan TI yang mengeluarkan produk sistem Single Sign-On untuk bisnis. Salah satunya adalah Red Hat, sebuah penyedia solusi TI open source untuk berbagai kebutuhan, mulai dari cloud computing dan middleware hingga virtualisasi dan manajemen TI.

Sumber :

  1. https://i-3.co.id/mudahkan-proses-login-anda-dengan-sistem-single-sign-on/
  2. https://id.wikipedia.org/wiki/Single-sign-on

 

Penulis :

Kasubbid Pengolahan data dan Administrasi Kepegawaian

 

Syaifullah, S.Kom.

 

Share this:

Mudahkan Proses Login Anda dengan Sistem Single Sign-On

Hits: 540

Administrator


Website ini adalah website resmi Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sumbawa.


Navigasi pos


Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *